Perubahan Data secara tidak beraturan
Perubahan data secara tidak beraturan yang dimaksud adalah setiap data dioperasikan (+,−,×,:) dengan bilangan tertentu
yang berbeda-beda setiap datumnya. Untuk perubahan data secara tidak beraturan, biasanya ada kaitannya dengan barisan dan deret aritmetika atau geometri,
terutama yang berkaitan dengan jumlah n suku pertamanya.
Rumus dasar jumlah n suku pertama deret :
Deret aritmetika : sn=n2(2a+(n−1)b)
dengan a= suku pertama dan b= beda, b=u2−u1=u3−u2=....
Deret Geometri : sn=a(rn−1)r−1
dengan a= suku pertama dan r= rasio, r=u2u1=u3u2=....
Rumus dasar jumlah n suku pertama deret :
Deret aritmetika : sn=n2(2a+(n−1)b)
dengan a= suku pertama dan b= beda, b=u2−u1=u3−u2=....
Deret Geometri : sn=a(rn−1)r−1
dengan a= suku pertama dan r= rasio, r=u2u1=u3u2=....
Contoh :
1). Diketahui 10 data ulangan matematika x1,x2,x3,...,x10 dengan rata-ratanya a . Jika data diubah menjadi x1+1,x2+3,x3+5,x4+7,...., tentukan nilai rata-rata baru dari data tersebut!
Penyelesaian :
*). Diketahui rata-rata data x1,x2,x3,...,x10 adalah a
¯x=ax1+x2+x3+...+x1010=a....pers(i)
*). Menentukan rata-rata data barunya x1+1,x2+3,x3+5,x4+7,...., dengan menggunakan pers(i) juga
¯xbaru=(x1+1)+(x2+3)+(x3+5)+....+(x10+...)10=(x1+x2+x3+...+x10)+(1+3+5+7+...)10=(x1+x2+x3+...+x10)10+(1+3+5+7+...)10=a+(1+3+5+7+...)10=a+s10 deret aritmetika10=a+102(2.1+(10−1).2)10=a+⧸102(2+9.2)⧸10=a+12(2+18)=a+12(20)=a+10
Jadi, rata-rata baru data tersebut adalah a+10
2). Suatu data yang terdiri dari 6 datum x1,x2,...x6 mempunyai rata-rata b . Jika setiap data diubah menjadi x1−1,x2−2,x3−4,...,x6−32 , tentukan rata-rata barunya !
Penyelesaian :
*). Diketahui rata-rata data x1,x2,x3,...,x6 adalah b
¯x=bx1+x2+x3+...+x66=b....pers(i)
*). Menentukan rata-rata data barunya x1−1,x2−2,x3−4,...,x6−32 dengan menggunakan pers(i) juga
¯xbaru=(x1−1)+(x2−2)+(x3−4)+....+(x6−32)6=(x1+x2+x3+...+x6)+((−1)+(−2)+(−4)+...+(−32))6=(x1+x2+x3+...+x6)6+−(1+2+4+...+32)6=b−(1+2+4+...+32)6=b−s6 deret geometri6=b−1(26−1)2−16=b−(64−1)16=b−636=b−1012=b−10,5
Jadi, rata-rata baru data tersebut adalah b−10,5
Perubahan Data secara beraturan
Perubahan data secara beraturan yang dimaksud adalah setiap data dioperasikan (+,−,×,:) dengan bilangan tertentu
yang sama setiap datumnya. Untuk perubahan data secara beraturan, pengerjaannya biasanya lebih mudah.
Menyelesaikan perubahan data secara beraturan :
Untuk perubahan data secara beraturan, pengukuran data kita bagi menjadi dua yaitu yang pertama ukuran pemusatan dan ukuran letak data, dan yang kedua ukuran penyebaran.
♣ Pengukuran pertama : ukuran pemusatan dan letak data yang terdiri dari Mean (rata-rata), modus, median, kuartil, desil, dan persentil.
Untuk pengukuran jenis pertama ini, nilanya berubah untuk semua jenis operasi(+,−,×,:).
♣ Pengukuran kedua : ukuran penyebaran yang terdiri dari jangkauan, simpangan, dan ragam.
Untuk pengukuran jenis kedua ini, nilainya berubah hanya untuk operasi perkalian (×) dan pembagian (:).
Untuk Caranya : NGIKUT SOAL.
Berikut tabel ringkas perubahan data untuk semua jenis pengukuran :
Menyelesaikan perubahan data secara beraturan :
Untuk perubahan data secara beraturan, pengukuran data kita bagi menjadi dua yaitu yang pertama ukuran pemusatan dan ukuran letak data, dan yang kedua ukuran penyebaran.
♣ Pengukuran pertama : ukuran pemusatan dan letak data yang terdiri dari Mean (rata-rata), modus, median, kuartil, desil, dan persentil.
Untuk pengukuran jenis pertama ini, nilanya berubah untuk semua jenis operasi(+,−,×,:).
♣ Pengukuran kedua : ukuran penyebaran yang terdiri dari jangkauan, simpangan, dan ragam.
Untuk pengukuran jenis kedua ini, nilainya berubah hanya untuk operasi perkalian (×) dan pembagian (:).
Untuk Caranya : NGIKUT SOAL.
Berikut tabel ringkas perubahan data untuk semua jenis pengukuran :
Kasus khusus Perubahan Data secara beraturan
Misalkan ada suatu data yang memiliki rata-rata p, mediannya q, jangkauannya r.
Kemudian setiap nilai pada data diubah seperti berikut, setelah itu kita akan menentukan rata-rata barun, median baru, dan jangkauan baru.
*). Pertaman data dubah dengan setiap nilai (datum) ditambahkan a , maka diperoleh :
Rata-rata baru = p+a
Median baru = q+a
Jangkauan baru = r
Sedangkan jangkauannya tetap karena ukuran penyebaran hanya berubah untuk operasi perkalian dan pembagian.
*). Kedua data diubah dengan setiap datum dikurangkan a kemudian hasilnya dikalikan b . Kita peroleh :
Operasinya dikurang dulu baru dikali (ngikut soal),
Rata-rata baru = (p−a)×b
Median baru = (q−a)×b
Jangkauan baru = r×b , (yang berpengaruh hanya perkalian dan pembagian).
*). Ketiga data diubah dengan setiap datum ditambah a, kemudian dikali b, dan selanjutnya dibagi c , kita peroleh :
Operasinya ditambah dulu, kemudian dikali, dan terakhir dibagi.
Rata-rata baru = [(p+a)×b]:c
Median baru = [(q+a)×b]:c
Jangkauan baru = (r×b):c (yang berpengaruh hanya perkalian dan pembagian).
Begitu seterusnya, catatan penting yang diingat adalah caranya NGIKUT SOAL, maksudnya operasinya mengikut perintah pada soal.
*). Pertaman data dubah dengan setiap nilai (datum) ditambahkan a , maka diperoleh :
Rata-rata baru = p+a
Median baru = q+a
Jangkauan baru = r
Sedangkan jangkauannya tetap karena ukuran penyebaran hanya berubah untuk operasi perkalian dan pembagian.
*). Kedua data diubah dengan setiap datum dikurangkan a kemudian hasilnya dikalikan b . Kita peroleh :
Operasinya dikurang dulu baru dikali (ngikut soal),
Rata-rata baru = (p−a)×b
Median baru = (q−a)×b
Jangkauan baru = r×b , (yang berpengaruh hanya perkalian dan pembagian).
*). Ketiga data diubah dengan setiap datum ditambah a, kemudian dikali b, dan selanjutnya dibagi c , kita peroleh :
Operasinya ditambah dulu, kemudian dikali, dan terakhir dibagi.
Rata-rata baru = [(p+a)×b]:c
Median baru = [(q+a)×b]:c
Jangkauan baru = (r×b):c (yang berpengaruh hanya perkalian dan pembagian).
Begitu seterusnya, catatan penting yang diingat adalah caranya NGIKUT SOAL, maksudnya operasinya mengikut perintah pada soal.
Contoh :
1). Diketahui suatu data memiliki rata-rata 6 dan jangkauan 9. Jika setiap data ditambahkan 2 dan hasilnya dikalikan dengan 5, tentukan nilai rata-rata dan jangkauan baru yang terbentuk.!
Penyelesaian :
*). Ingat, rata-rata akan berubah untuk semua operasi.
Rata-rata baru = (rata-rata awal +2)×5=(6+2)×5=8×5=40
*). Ingat, jangkauan hanya berubah untuk operasi perkalian dan pembagian.
Jangkauan baru = jangkauan awal ×5=9×5=45
2). Suatu data memiliki rata-rata 3, mediannya 9, modusnya 7, kuartil pertamanya 2, jangkauannya 15, dan simpangan rata-ratanya 5. Kemudian setiap data dikalikan -2, selanjutnya ditambahkan 8, dan selanjutnya dibagi 4. Tentukan semua nilai rata-rata, median, modus, kuartil pertama, jangkauan, dan simpangan rata-rata barunya!
Penyelesaian :
Operasinya : kali -2, kemudian ditambahkan 8, dan dibagi 4.
*). Ingat, ukuran pemusatan dan ukuran letak data berubah untuk semua operasi.
Rata-rata baru = [(3×(−2))+8]:4=2:4=12
Median baru = [(9×(−2))+8]:4=(−10):4=−52
Kuartil pertama baru = [(2×(−2))+8]:4=4:4=1
*). Ingat, ukuran penyebaran data berubah untuk operasi perkalian dan pembagian.
Jangkauan baru = (15×(−2)):4=(−30):4=−152
Simpangan rata-rata baru = (5×(−2)):4=(−10):4=−52
3). Suatu data memiliki rata-rata 5 dan jangkauan 3. Setiap data dikalikan y kemudian hasilnya dikurangkan dengan x , diperoleh rata-rata barunya 10 dan jangkauan barunya 9. Tentukan nilai x+y ?
Penyelesaian :
*). Permisalan nilai pengukurannya :
¯xawal= rata-rata awal, ¯xawal=5
¯xbaru= rata-rata baru , ¯xbaru=10
jawal= jangkauan awal, jawal=3
jbaru= jangkauan baru, jbaru=9
*). Menyusun persamaan dari perubahan data,
Operasinya : dikali y kemudian dikurangkan x
Rata-rata : ¯xbaru=(¯xawal×y)−x
10=5y−x ....pers(i)
Jankauan : jbaru=jawal×y
9=3y→y=93→y=3
Pers(i) : 10=5y−x→10=5×3−x→x=15−10=5
Sehingga nilai x+y=5+3=8
Jadi, nilai x+y=8.